Dam Piong Jebol, 200 Hektare Sawah Jadi Korban Lambannya Tindakan

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Dam Piong Jebol, 200 Hektare Sawah Jadi Korban Lambannya Tindakan

Selasa, 03 Maret 2026

Bima,- Ratusan hektare lahan pertanian di Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, terancam gagal panen setelah dam mini sepanjang 12 meter jebol dihantam banjir. Ironisnya, hingga kini perbaikan belum juga dilakukan, sementara musim tanam padi tengah berlangsung.


Kerusakan dam yang berada di belakang Kantor Desa Piong itu membuat saluran irigasi lumpuh total. Air tak lagi mengalir ke area persawahan di So Na’e, menyebabkan sekitar 200 hektare sawah terancam kekeringan.


Seorang petani setempat, Agus, mengaku kondisi ini membuat para petani resah. Menurutnya, pemerintah seharusnya bergerak cepat karena persoalan ini menyangkut produksi pangan.


“Sekarang masa tanam. Kalau air tidak ada, bagaimana kami bisa berharap panen? Jangan sampai program ketahanan pangan hanya jadi slogan,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).


Ia menilai kerusakan sepanjang 12 meter itu perlu penanganan darurat. Jika tidak segera diperbaiki, bukan hanya hasil panen yang terancam, tetapi juga penghidupan ratusan petani.


“Kami minta Dinas Pertanian, PUPR Kabupaten Bima, dan BWS Provinsi NTB segera turun tangan. Jangan tunggu sawah benar-benar kering,” tegasnya.


Pelaksana Tugas Kepala Desa Piong, Daturahman, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengaku telah meninjau lokasi dan menyampaikan laporan ke dinas terkait. Namun, respons yang diterima belum memberikan kepastian.


“Ke Dinas Pertanian kami sudah koordinasi, tapi disampaikan belum tersedia anggaran. Ke Dinas PUPR juga sudah kirim foto dan video kondisi dam, sampai sekarang belum ada jawaban,” katanya.


Menurut Daturahman, kerusakan infrastruktur irigasi ini berdampak langsung pada sekitar 200 hektare lahan sawah. Tanpa suplai air, tanaman padi berisiko mati sebelum memasuki masa panen.


“Ini bukan persoalan kecil. Kalau lambat ditangani, dampaknya luas bagi petani,” ujarnya.


Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pertanian, Dinas PUPR Kabupaten Bima, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BWS) Provinsi NTB belum memberikan keterangan resmi terkait rencana perbaikan dam tersebut. (Red)