BIMA — Sebanyak 393 jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci dalam Kloter 4 pada musim haji 2026. Pelepasan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, di Masjid Agung Kabupaten Bima, Jumat (24/4).
Di hadapan ratusan jemaah, Wabup Irfan menyampaikan doa sekaligus pesan penting agar para calon haji menjaga kesehatan dan mengikuti arahan petugas selama menjalankan ibadah di Mekkah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bima, saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji. Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, keselamatan, kelancaran, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” ujar Irfan.
Ia menekankan pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap ketua kloter serta pembimbing ibadah. Menurutnya, komunikasi aktif dengan petugas sangat diperlukan agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar.
“Jika ada hal yang belum dipahami, jangan ragu untuk bertanya kepada pembimbing maupun petugas haji,” tambahnya.
Selain itu, Irfan juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci. Ia meminta jemaah segera melapor jika mengalami gangguan kesehatan.
“Dokter dan perawat akan mendampingi jemaah selama 24 jam,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bima, H. Ikhwan Zulkifli, menjelaskan bahwa keberangkatan Kloter 4 dilakukan menggunakan 11 unit bus pada 24 April 2026.
Ia merinci, pemberangkatan jemaah haji asal Bima akan dilakukan dalam beberapa tahap. Selain Kloter 4, sebanyak 128 jemaah Kloter 11 dijadwalkan berangkat pada 3 Mei 2026 menggunakan empat unit bus dari Lapangan Kara Bolo. Kemudian, 58 jemaah Kloter 14 akan diberangkatkan pada 7 Mei 2026 dari Masjid Agung Kabupaten Bima menggunakan dua unit bus.
Ikhwan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bima atas dukungan fasilitas transportasi bagi jemaah, baik saat keberangkatan maupun kepulangan.
Untuk mendukung kelancaran ibadah, sebanyak enam petugas haji disiapkan untuk mendampingi jemaah selama berada di Tanah Suci. (***)

Komentar