BIMA – Setelah sempat dihantui kemacetan parah hingga penumpukan ternak di pelabuhan, distribusi sapi kurban dari Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2026 akhirnya berjalan lancar. Keberhasilan ini tak lepas dari langkah Gubernur NTB yang membentuk Satuan Tugas Lalu Lintas Ternak (Satgas Lalin Ternak), yang kini menuai apresiasi dari pelaku usaha di Bima.
Ketua Asosiasi Pelaku Perdagangan Sapi Indonesia (APPSI) Bima, Saddam, S.E., bersama Ketua Perhimpunan Peternak dan Pedagang Hewan Nasional Indonesia (PPHANI) Kabupaten Bima, Taufik, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTB atas kebijakan tersebut.
Keduanya menilai, pembentukan Satgas Lalin Ternak menjadi langkah strategis dalam memastikan kelancaran distribusi sapi kurban dari NTB ke berbagai daerah, khususnya wilayah Jabodetabek.
“Ini adalah langkah terbaik yang diambil oleh Gubernur NTB. Kami dari asosiasi sebelumnya sudah beberapa kali menyampaikan agar pengiriman ternak diatur lebih baik. Alhamdulillah, tahun ini berjalan lancar,” ujar Saddam.
NTB dikenal sebagai salah satu lumbung sapi nasional yang setiap tahun menyuplai puluhan ribu ekor sapi kurban, terutama dari Pulau Sumbawa. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, distribusi ternak kerap mengalami kendala, terutama kemacetan di Pelabuhan Gilimas, Lombok Barat.
Pada 2025, penumpukan bahkan sempat terjadi akibat keterbatasan akses pengiriman melalui jalur darat dan laut. Saat itu, Gubernur NTB juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk membuka akses lintasan ternak menuju Jawa. Meski sempat diberikan izin, kebijakan tersebut tidak berlangsung lama karena adanya kekhawatiran terkait kesehatan hewan.
Dampaknya, pengiriman kembali tersendat hingga menyebabkan kerugian bagi pelaku usaha, termasuk kematian ternak.
Belajar dari kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi NTB pada 2026 mengambil langkah antisipatif dengan membentuk Satgas Lalin Ternak yang melibatkan berbagai instansi, mulai dari Dinas Peternakan, unsur perhubungan, BPBD, Pelindo, kepolisian di wilayah Pulau Sumbawa, hingga balai karantina dan asosiasi terkait.
Satgas ini bertugas mengatur arus lalu lintas pengiriman ternak dari daerah asal hingga ke pelabuhan, guna mencegah penumpukan dan memastikan distribusi berjalan lancar.
Saddam menilai kinerja Satgas Lalin Ternak 2026 sangat optimal. Ia menyebut petugas di lapangan bekerja dari pagi hingga larut malam untuk mengatur pergerakan ternak di berbagai titik.
“Hasilnya, pengiriman tahun ini berjalan aman dan lancar tanpa penumpukan berarti di pelabuhan,” katanya.
Senada, Ketua PPHANI Kabupaten Bima, Taufik, juga menyampaikan rasa syukur atas kelancaran distribusi sapi kurban tahun ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada Gubernur NTB. Dengan adanya satgas ini, pengiriman sapi ke Jabodetabek berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.
Ia berharap pola koordinasi melalui Satgas Lalin Ternak dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan guna mendukung peran NTB sebagai salah satu pemasok utama sapi kurban nasional. (Red)

Komentar