Wabup Bima Bahas Program Listrik Desa Bersama PLN, 12 Lokasi Jadi Sasaran -->
✕

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Wabup Bima Bahas Program Listrik Desa Bersama PLN, 12 Lokasi Jadi Sasaran

Jumat, 09 Oktober 2026

BIMA – Pemerataan akses listrik di wilayah pedesaan masih menjadi pekerjaan penting dalam mendorong pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini memperkuat koordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk mempercepat perluasan jaringan listrik, terutama di sejumlah dusun yang menjadi sasaran Program Listrik Desa (Lisdes) Tahun Anggaran 2026.


Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan koordinasi antara Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, dan jajaran pimpinan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima, Kamis (8/10/2026).


Pertemuan itu secara khusus membahas perkembangan pelaksanaan Program Lisdes yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 di wilayah Kabupaten Bima.


Dalam pertemuan tersebut, Irfan mengapresiasi sinergi PLN dalam memperluas jangkauan layanan kelistrikan. Menurut dia, akses listrik tidak sekadar berkaitan dengan penerangan, tetapi juga menjadi salah satu fondasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.


Ketersediaan listrik juga dinilai penting untuk mendukung kegiatan pendidikan, pelayanan kesehatan, serta aktivitas produktif masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.


12 Lokasi Menjadi Sasaran


Berdasarkan data Program Lisdes APBN 2026, terdapat 12 lokasi sasaran di Kabupaten Bima yang tersebar di enam kecamatan dan 11 desa.


Dari total tersebut, sebanyak 10 lokasi atau sekitar 83 persen telah memasuki tahap pekerjaan konstruksi dengan progres rata-rata mencapai 40 persen.


Sementara itu, satu lokasi masih dalam proses penyelesaian perizinan kontrak dan satu lokasi lainnya berada dalam tahap penyelesaian persoalan tapal batas.


Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar lokasi telah memasuki tahap pembangunan fisik. Namun, pekerjaan konstruksi dan penyelesaian persoalan administratif masih perlu dituntaskan agar jaringan listrik dapat segera beroperasi dan dimanfaatkan warga.


Adapun lokasi yang menjadi sasaran program meliputi Dusun Baku dan Mpori Lembo di Kecamatan Lambu; Dusun Jembatan Besi dan So Besi Ryyando di Kecamatan Soromandi; serta Dusun Tambe di Kecamatan Bolo.


Selanjutnya, terdapat Dusun Mamba, Sawah Karampi Barat, Tolo Karumbu, dan Karumbu SMA 2 di Kecamatan Langgudu. Program ini juga menyasar Dusun Tolotemba RT 09 dan Jembatan Campa di Kecamatan Madapangga, serta Dusun Tolo Pandai di Kecamatan Woha.


Perizinan dan Tapal Batas Jadi Perhatian


PLN UP3 Bima menyatakan akan terus mengawal tahapan pembangunan, termasuk menuntaskan aspek perizinan dan persoalan tapal batas yang masih menjadi kendala di sejumlah lokasi.


Penyelesaian persoalan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan jaringan listrik berjalan sesuai rencana dan tidak terhambat oleh persoalan administratif maupun batas wilayah.


Pemerintah Kabupaten Bima dan PLN diharapkan terus memperkuat koordinasi agar target pembangunan dapat tercapai. Percepatan program ini juga menjadi penting bagi masyarakat di wilayah terpencil yang membutuhkan akses listrik untuk menunjang kehidupan sehari-hari.


Meski demikian, capaian pembangunan tidak hanya diukur dari jumlah lokasi yang telah memasuki tahap konstruksi. Kepastian penyelesaian pekerjaan dan waktu mulai beroperasinya jaringan listrik juga menjadi indikator penting agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.


Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan PLN, perluasan akses listrik di Kabupaten Bima diharapkan dapat memperkecil kesenjangan infrastruktur antarwilayah sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa. (Red)