Masa Kontrak Selesai Uang Termin Diduga 100 Porsen Cair, Proyek Irigasi Rp. 3,7 Miliar Jebol dan Rusak Parah

Iklan 970x250 px

.

Masa Kontrak Selesai Uang Termin Diduga 100 Porsen Cair, Proyek Irigasi Rp. 3,7 Miliar Jebol dan Rusak Parah

Jumat, 01 Maret 2024

Kabupaten Bima,- Proyek Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Pembangunan Jaringan Irigasi Permukaan di Desa Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima hingga saat ini tak kunjung selesai.


Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 3,7 miliar lebih itu dikerjakan oleh CV NK Utama hingga saat ini pekerjaannya belum maksimal, hanya mencapai 70 porsen dengan masa akhir  kontrak  tanggal 18 Desember 2023. 


Namun hingga saat ini kondisi proyek tersebut sangat  memprihatinkan karena fisik saluran irigas baru saja dibangun sudah jebol dan rusak parah hingga terbengkalai. Diperkirakan sekitar satu hektar padi milik petani rusak parah akibat dihantam oleh air dan lumpur lantaran jembolnya saluran irigasi tersebut.


Mestinya, sampai hari ini proyek miliaran itu harus selesai dikerjakan berdasarkan tanggal kontrak. Sementara beredar kabar baru-baru ini uang termin diduga 100 porsen cair, namun  secara  fisik pembangunan irigasi baru mencapai 70 porsen.


Kemanakah uang tersebut ? lalu, digunakan untuk apa dan juga uang termin itu dicairkan dasarnya apa.


Menyikapi hal itu kepada  media online Suara Bima Kepala Bidang Pengairan PUPR Kabupaten Bima  Edy, ST, MT selaku PPK yang bertanggung jawab penuh terhadap proyek miliaran tersebut membantah, adanya tudingan atau isu terkait proyek irigasi baru mencapai 70 porsen pengerjaannya.


"Semua itu tidak benar, secara fisik proyek itu sudah mencapai 99 porsen," tegasnya


Diakui Edy bahwa proyek tersebut benar adanya jika tanggul irigasi ada yang jebol, diakibatkan air hujan deras yang datang dari arah sungai pegunungan sehingga debit air dalam jumlah banyak mampu menghanyutkan pohon kelapa yang tumbang dan menyebab tanggul irigasi jebol akibat dihantam oleh pohon kelapa tersebut.


"Kebutalan hujan, ada pohon kelapan tumbang dan hanyut dibawa air. Pas tikungan irigasi pohon menabrak tanggul lalu jebol," ungkap Edy diruang kerjanya, Jum'at 29 Februari 2024.


Sementara masalah termin pencairan uang Edy mengaku, baru 95 porsen pencairan dan sisa 5 porsen masih ditahan karena masih ada masa pengerjaan proses tahap pemeliharaan.


"Karena kompensasi waktu proses kerja ada tahapan tidak ada masalah apapun pekerjaan walaupun ditahun 2024, kami ada niat untuk memperbaiki," ujarnya


Sementara CV. NK Utama selaku pekerja konstruksi proyek pembangunan daerah irigasi Kompon I Desa Kore Kecamatan Sanggar tersebut lagi diupayakan untuk dikonfirmasi demi keberimbangan pemberitaan. (SB01)