Kota Bima – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram kembali menjadi keluhan warga Kota Bima. Meski distribusi dinyatakan berjalan normal, tabung gas bersubsidi itu tetap sulit ditemukan di sejumlah wilayah.
Plt Asisten II Setda Kota Bima, Sukarno, mengatakan setiap hari Kota Bima mendapat suplai 3.300 hingga 3.900 tabung gas 3 kg. Jumlah tersebut, menurutnya, seharusnya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kalau melihat jumlah tabung yang masuk, mestinya tidak ada kelangkaan. Kadang pengecer ini jauh lebih pintar dari pemerintah, menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) atau bahkan menimbun," kata Sukarno usai menerima audiensi Gerakan Persatuan Pemuda dan Mahasiswa (GEPERMA) di ruang kerjanya, Rabu (13/8/2025).
Ia menegaskan bahwa sistem distribusi gas elpiji bersubsidi di Kota Bima sudah sesuai mekanisme dan melibatkan banyak pihak. Namun, di lapangan masih ditemukan pengecer nakal yang bermain harga hingga menyembunyikan stok.
Sukarno pun mengajak masyarakat ikut mengawasi penyaluran gas. Satgas diminta memperketat sidak ke pangkalan, subpangkalan, dan pengecer.
"Kalau ada pengecer yang menjual di atas HET atau menimbun, dokumentasikan dan laporkan. Aparat penegak hukum akan menindak tegas, termasuk mencabut izinnya," tegasnya. (Red)

Komentar