Diana Penjual Kopi Warung Lesehan, Kini Bangga: Putranya Lolos Jadi Prajurit TNI AD

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Diana Penjual Kopi Warung Lesehan, Kini Bangga: Putranya Lolos Jadi Prajurit TNI AD

Senin, 08 Desember 2025

Kota Bima,– Air mata bahagia mengalir di warung lesehan kecil di sebelah barat Kantor Damkar Kota Bima, tepatnya di eks Kantor Bupati. Dari tempat sederhana inilah Diana, penjual kopi yang hidup serba pas-pasan, menyaksikan mimpinya menjadi nyata, putranya resmi diterima sebagai prajurit TNI Angkatan Darat.


Bagi banyak orang, Diana hanyalah penjual kopi lesehan. Tapi bagi mereka yang sering duduk di kursi plastik warungnya mulai dari aktivis, jurnalis, anggota LSM hingga wakil rakyat Diana adalah sosok ramah yang selalu menyambut dengan tawa, meski hidupnya jauh dari kata mudah.


Di balik senyum yang sering membuat pelanggannya betah berlama-lama, tersimpan satu doa yang ia ulang setiap harinya, melihat salah satu dari 6 anaknya berseragam loreng, mengabdi untuk negara.


“Awalnya saya sempat mau batal. Kami tidak punya uang. Tapi anak saya bilang, dicoba saja Bu, jangan takut,” ucap Diana, menahan tangis.


Diana mengaku hampir mengurungkan niat mendaftarkan anaknya karena keterbatasan biaya administrasi dan keperluan berkas. Meski seleksi TNI tidak dipungut biaya, proses dokumen lainnya membutuhkan dana yang tidak sedikit bagi keluarga sederhana.


“Saya jual kopi, tidak ada uang. Tapi demi anak, saya urus semua pelan-pelan. Banyak hambatan, tapi alhamdulillah selesai juga,” tuturnya.


Selama masa seleksi, raut wajah ceria Diana berubah murung. Di sela menyeduh kopi untuk pelanggannya, ia berulang kali menunduk berdoa, memohon agar perjuangan putranya tidak sia-sia.


“Saya berdoa saja. Setiap buat kopi, saya minta Allah kabulkan. Tidak ada yang saya bisa bantu lagi selain doa,” katanya dengan mata berkaca-kaca.


Hingga akhirnya pengumuman seleksi keluar. Putra yang selama ini ia perjuangkan dengan seduhan kopi dan usaha tanpa lelah itu dinyatakan lolos sebagai prajurit TNI AD. Diana menangis haru di warung kecilnya, disaksikan para pelanggan yang mengetahui perjuangannya.


“Ini bukan hanya kebanggaan saya, tapi harapan besar bagi keluarga. Anak saya sekarang jadi abdi negara,” pungkasnya. (Ags)