Air Macet Usai Diresmikan, Kontraktor Janji Perbaiki Proyek Rp 3,2 M di Tambora

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Air Macet Usai Diresmikan, Kontraktor Janji Perbaiki Proyek Rp 3,2 M di Tambora

Jumat, 27 Februari 2026

Bima,- Proyek pengadaan air bersih senilai Rp 3,2 miliar di Desa Labuhan Kananga, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, menuai sorotan warga. Fasilitas yang baru diresmikan sekitar sebulan lalu itu disebut tak lagi mengalir lancar ke rumah-rumah penerima manfaat.


Sejumlah warga mengeluhkan air hanya lancar saat peresmian oleh Bupati dan Wakil Bupati Bima. Setelah itu, aliran air disebut macet dan tidak keluar dari kran yang telah dipasang di rumah warga.


“Airnya lancar saat peresmian. Setelah itu tidak mengalir lagi. Harusnya setelah peresmian dinas terkait melakukan pengecekan kembali,” tulis salah satu warga melalui akun Facebook Raja Uddik, Senin (23/2/2026).


Warga juga menyoroti sumber pengambilan air. Mereka menilai proyek seharusnya mengambil air langsung dari kawasan Gunung Tambora, bukan menyambung dari pipa utama yang sudah digunakan sebelumnya.


Menanggapi keluhan tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kabupaten Bima, HM Syaeful Bahri, ST, MT, menegaskan proyek telah dikerjakan sesuai prosedur. Ia menyebut pekerjaan sudah melalui uji fungsi bersama Inspektorat dan telah dilakukan Provisional Hand Over (PHO).


“Proyek sudah di-PHO dan sudah serah terima ke desa untuk selanjutnya dikelola oleh KPSPAM,” ujar Syaeful saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).


Ia menambahkan, proyek tersebut juga akan diaudit kembali oleh Tim BPK setelah Lebaran. Menurutnya, jika terdapat gangguan aliran, pihak kontraktor masih bertanggung jawab karena pekerjaan masih dalam masa pemeliharaan selama 180 hari.


“Kalau ada yang macet akan segera diperbaiki pihak pelaksana. Apalagi masih masa pemeliharaan,” katanya.


Sementara itu, kontraktor pelaksana dari CV Megah memastikan siap melakukan perbaikan atas setiap laporan kerusakan. Mereka mengklaim gangguan aliran terjadi akibat banjir besar yang sempat merusak jaringan pipa.


“Yang terjadi belakangan ini karena ada banjir besar. InsyaAllah selama ada laporan kerusakan akibat banjir kami langsung perbaiki. Bisa tanyakan juga ke kepala desa,” tegas pihak kontraktor.


Secara teknis, proyek ini menyambung pipa utama berdiameter 3 inci dari jaringan pipa hasil pokok pikiran (pokir) dewan sebelumnya. Selain pembangunan jaringan distribusi ke rumah warga, proyek juga membangun satu bak induk berukuran 2x2 meter yang disalurkan ke dua titik reservoir sebelum dialirkan ke masyarakat.


Total penerima manfaat tercatat sebanyak 380 warga di tiga dusun, yakni Karano KG sebanyak 27 kran, KP Bali 30 kran, dan Labuhan Kananga 323 kran.


Meski kontraktor berjanji melakukan perbaikan, warga berharap pemerintah daerah turun langsung memastikan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut benar-benar berfungsi optimal dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. (Red)