![]() |
| Kepala LABKESDA Kota Bima, Asmawati |
Kota Bima,- Kinerja pendapatan Laboratorium Kesehatan Daerah (LABKESDA) Kota Bima sepanjang 2025 mencatat hasil positif. Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) unit layanan tersebut dilaporkan melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Kepala LABKESDA Kota Bima, Asmawati, menyampaikan bahwa hingga akhir tahun anggaran, penerimaan PAD dari berbagai layanan pemeriksaan laboratorium telah mencapai Rp434.110.000. Angka tersebut jauh di atas target awal sebesar Rp148.035.000 atau setara 124 persen.
“Kontribusi terbesar berasal dari layanan kimia klinik dan kimia lingkungan,” kata Asmawati saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).
Ia merinci, sumber PAD LABKESDA meliputi pemeriksaan hematologi, urinalisa, serologi, imunologi, hingga layanan kimia lingkungan seperti uji kualitas makanan dan minuman, air bersih, air sungai, serta air limbah. Selain itu, laboratorium juga melayani identifikasi mikrobiologi klinik dan uji resistensi antibiotik.
Sementara itu, pada layanan mikrobiologi klinik, LABKESDA mencatat capaian sebesar Rp101.123.000 dari target Rp68 juta.
Tak berhenti di situ, LABKESDA Kota Bima juga tengah menyiapkan terobosan baru untuk memperluas sumber pendapatan. Salah satu program yang sedang digodok adalah layanan pemeriksaan merkuri, khususnya bagi masyarakat yang diduga terdampak penggunaan kosmetik ilegal.
“Teknis pemeriksaannya cukup melalui sampel darah. Ini masih dalam tahap perencanaan internal,” ujarnya.
Asmawati menambahkan, penetapan target PAD dari layanan baru tersebut akan disesuaikan dengan anggaran perubahan, mengingat masih ada tahapan evaluasi dan penyempurnaan program.
Dengan capaian tersebut, LABKESDA Kota Bima optimistis dapat terus meningkatkan kontribusi terhadap PAD sekaligus memperkuat layanan kesehatan laboratorium bagi masyarakat. (Red)

Komentar