Bima,– Jaringan pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Labuan Kananga, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), sempat mengalami gangguan setelah dihantam banjir beberapa hari lalu. Setelah dilakukan perbaikan oleh pihak pelaksana, aliran air ke rumah warga kini dilaporkan kembali normal.
Proyek SPAM jaringan perpipaan tersebut dibangun melalui Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sekitar Rp3,2 miliar. Infrastruktur air bersih ini dirancang untuk melayani sekitar 380 sambungan rumah (SR) yang tersebar di tiga dusun, yakni Dusun Karano KG, KP Bali, dan Labuan Kananga.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas PUPR Kabupaten Bima, HM Syaeful Bahri, menjelaskan bahwa gangguan distribusi air dipicu oleh banjir besar yang melanda wilayah tersebut dan merusak sejumlah bagian jaringan perpipaan.
Ia mengungkapkan, banjir berdampak langsung pada sumber mata air atau intake. Pipa outlet di lokasi tersebut patah dan terbawa arus banjir hingga sekitar 100 meter. Selain itu, pipa yang melintasi jembatan juga mengalami kerusakan setelah dihantam arus banjir.
“Banjir juga berdampak pada beberapa sambungan rumah warga karena tinggi air saat itu mencapai dada orang dewasa,” ujar Syaeful Bahri.
Menurutnya, karena proyek tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan, pihaknya langsung meminta kontraktor pelaksana untuk segera melakukan perbaikan pada jaringan yang rusak.
Namun proses perbaikan tidak berjalan mudah. Kondisi medan di sekitar sumber mata air yang terjal dan rawan longsor membuat tim pelaksana mengalami kesulitan untuk segera menyambung kembali pipa yang rusak.
“Medannya cukup berat karena sering longsor dan terjal, sehingga pelaksana membutuhkan waktu untuk memperbaiki jaringan di sumber mata air,” jelasnya.
Meski demikian, upaya perbaikan akhirnya berhasil dilakukan. Syaeful memastikan jaringan utama kini telah tersambung kembali dan distribusi air sudah kembali normal.
“Alhamdulillah kemarin jaringan sudah tersambung kembali dan air sudah normal. Insya Allah hari ini dan besok pelaksana akan mengecek satu per satu sambungan rumah warga,” katanya.
Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh 380 sambungan rumah penerima manfaat dapat kembali menerima aliran air secara optimal setelah perbaikan jaringan pascabanjir. (Agus)

Komentar