Pemkab Bima Dorong Hilirisasi Unggas, Jajaki Kerja Sama dengan Kementan -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Pemkab Bima Dorong Hilirisasi Unggas, Jajaki Kerja Sama dengan Kementan

Minggu, 03 Mei 2026

 


Jakarta,– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima menjajaki kerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) RI dan BUMN sektor pangan untuk mendorong hilirisasi peternakan unggas di daerah. Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar di Kantor Bupati Bima, Sabtu (2/5).


Rakor tersebut dihadiri Direktur Hilirisasi Hasil Pertanian Kementan RI Dr. drh. Makmun, M.Sc, perwakilan BUMN Danantara, serta jajaran pemerintah daerah di wilayah Nusa Tenggara Barat.


Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, mengatakan daerahnya memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan baru sektor unggas. Hal itu didukung ketersediaan lahan, produksi jagung sebagai bahan baku pakan, serta kesiapan sumber daya manusia.


“Dengan integrasi antara pemerintah pusat, daerah, BUMN, BUMD, dan pelaku usaha lokal, peternak tidak lagi berjalan sendiri, tetapi masuk dalam ekosistem usaha yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Irfan.


Ia menambahkan, pengembangan hilirisasi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi di daerah.


Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima, H. Zainal Arifin, mengungkapkan program yang ditawarkan Kementan mencakup pembangunan fasilitas terintegrasi, seperti pabrik pakan (feed mill), pusat indukan ayam (parent stock), kawasan budidaya unggas, hingga rumah potong hewan unggas (RPHU).


Menurutnya, Pemkab Bima telah menyiapkan sejumlah lokasi potensial untuk mendukung rencana tersebut. Tim teknis bahkan telah melakukan survei kelayakan di beberapa kecamatan, antara lain Tambora, Madapangga, Bolo, Woha, dan Wera.


“Hasil survei lokasi ini sudah dilaporkan kepada Bupati sebagai bagian dari kesiapan daerah dalam menyambut program hilirisasi unggas,” kata Zainal.


Rakor juga dihadiri tim konsultan GDC Danantara, Kepala Dinas Peternakan NTB, Kepala BPTU-HPT Denpasar, perwakilan BPN, serta OPD dari Kabupaten Sumbawa dan Dompu. Pemerintah berharap kolaborasi lintas pihak ini dapat mempercepat realisasi pengembangan industri unggas terintegrasi di Kabupaten Bima. (***)