KOTA BIMA,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bima terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui pembinaan calon penerima manfaat program Z-RUP, Z-KIOS dan UMKM. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Bima, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan pembinaan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pelaku usaha kecil agar mampu berkembang, mandiri, dan memiliki daya saing di tengah tantangan ekonomi saat ini.
Ketua BAZNAS Kota Bima, H. A. Latif M. Saleh, S.Pd.I, menegaskan bahwa BAZNAS tidak hanya hadir untuk menyalurkan bantuan konsumtif, tetapi juga fokus membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan berkelanjutan.
Menurutnya, dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan para muzaki dikelola secara produktif guna membantu masyarakat meningkatkan taraf hidup melalui sektor usaha mikro.
“BAZNAS tidak hanya hadir untuk menyalurkan bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi memiliki komitmen kuat dalam program pemberdayaan ekonomi. Dana zakat, infak dan sedekah yang dititipkan oleh para muzaki kami salurkan dan kelola untuk mendorong kemandirian umat, salah satunya melalui program pembinaan dan pengembangan UMKM,” ujar H. A. Latif.
Ia menyampaikan, para pelaku UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi keluarga dan masyarakat. Karena itu, BAZNAS berupaya memberikan dukungan tidak hanya dalam bentuk bantuan modal usaha, tetapi juga pelatihan dan pendampingan usaha.
“Bapak dan Ibu sekalian adalah pahlawan ekonomi keluarga. Melalui usaha kecil yang dijalankan, Bapak dan Ibu sedang berikhtiar menjemput rezeki yang halal dan membuka jalan kesejahteraan,” katanya.
Dalam program tersebut, lanjutnya, para penerima manfaat akan mendapatkan pembinaan manajemen usaha, strategi pemasaran hingga penguatan kapasitas agar usaha yang dijalankan mampu berkembang dan naik kelas.
“BAZNAS hadir untuk membersamai ikhtiar tersebut, memberikan modal usaha, pelatihan manajemen hingga pendampingan pemasaran agar produk Bapak dan Ibu mampu bersaing,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan para peserta agar memanfaatkan program pembinaan secara maksimal dengan terus belajar, disiplin dan menjaga semangat berwirausaha.
Menurutnya, keberhasilan usaha tidak dapat diraih secara instan, melainkan membutuhkan ketekunan dan inovasi yang berkelanjutan.
“Harapan kami, melalui pendampingan ini, usaha para penerima manfaat semakin berkembang dan mandiri, sehingga dari yang awalnya berstatus mustahik, kelak dapat bertransformasi menjadi muzaki atau pemberi zakat,” ungkapnya.
Kegiatan pembinaan tersebut mendapat antusias dari para peserta yang berasal dari berbagai sektor usaha kecil di Kota Bima. Program Z-RUP, Z-KIOS dan pembinaan UMKM diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis zakat produktif di Kota Bima. (Ags)

Komentar