Tower BTS di Desa Piong Dibobol, 15 Panel Surya dan Mesin Dilaporkan Raib -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Tower BTS di Desa Piong Dibobol, 15 Panel Surya dan Mesin Dilaporkan Raib

Senin, 10 Agustus 2026

BIMA,– Akses komunikasi warga Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), terancam terganggu setelah fasilitas Base Transceiver Station (BTS) di kawasan Doro Melo diduga dibobol pencuri.


Sejumlah perangkat penunjang operasional tower dilaporkan hilang. Pemerintah Desa Piong menemukan kondisi tersebut saat melakukan pemeriksaan ke lokasi BTS yang berada di RT 10, Dusun Tampuro, Senin (10/8/2026).


Pejabat Kepala Desa Piong, Daturahman, SE, mengatakan pemeriksaan dilakukan setelah pihaknya memperoleh informasi mengenai dugaan pencurian fasilitas telekomunikasi tersebut.


“Tower Bakti Aksi yang di Doro Melo, yang saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Piong, telah dibobol,” kata Daturahman, Senin.


Dari pemeriksaan awal, sejumlah peralatan utama yang sebelumnya berada di lokasi sudah tidak ditemukan. Mesin yang digunakan untuk mendukung operasional tower disebut telah dibawa oleh pelaku.


Tak hanya itu, panel surya yang menjadi salah satu sumber energi bagi perangkat BTS juga diduga menjadi sasaran pencurian.


“Berdasarkan cek lokasi sementara, mesin sudah habis dibawa. Panel surya dari 18 lembar hanya tersisa tiga lembar,” ujarnya.


Dengan demikian, sedikitnya 15 panel surya diperkirakan hilang dari fasilitas tersebut.


Daturahman menilai kehilangan perangkat BTS bukan sekadar kerugian terhadap fasilitas, tetapi juga berpotensi berdampak langsung terhadap masyarakat yang bergantung pada jaringan komunikasi di wilayah tersebut.


Keberadaan BTS di kawasan Doro Melo selama ini dinilai penting karena membantu menyediakan akses telekomunikasi bagi warga Desa Piong. Jaringan tersebut juga dibutuhkan untuk menunjang komunikasi masyarakat, termasuk ketika terjadi situasi yang membutuhkan koordinasi cepat.


Pemerintah Desa Piong kemudian melaporkan dugaan pencurian tersebut kepada aparat penegak hukum di Kecamatan Sanggar. Laporan itu diharapkan menjadi dasar bagi aparat untuk melakukan penyelidikan serta mengungkap pihak yang bertanggung jawab.


Pemdes Piong juga berharap perangkat yang hilang dapat segera ditangani dan fungsi BTS kembali normal sehingga masyarakat tidak mengalami gangguan akses komunikasi dalam waktu lama.


Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti kapan pencurian terjadi dan siapa pihak yang diduga terlibat. Jumlah kerugian akibat hilangnya perangkat BTS tersebut juga masih dalam proses pendataan. (Red)