Petani Menjerit, Panen Jagung Tahun Ini Terancam Gagal

Iklan 970x250 px

.

Petani Menjerit, Panen Jagung Tahun Ini Terancam Gagal

Sabtu, 11 April 2020
Foto: Kondisi jagung mulai terlihat mati
Kabupaten Bima.- Salah satu petani jagung asal Desa Kanca Kecamatan Parado Kabupaten Bima M. Taher (37) mengungkapkan keluhannya, jika tahun ini dirinya bersama petani jagung lainnya terancam gagal panen.

Ia mengaku heran, jagung miliknya tiba-tiba mati menjelang bulan depan untuk dipanen. Pada hal ditahun-tahun sebelumnya panen jagung cukup memuaskan.

"Saya heran, kok jagung begitu tumbuh dengan subur tiba-tiba mati," ujarnya dengan nada pesimis

Seorang bapak yang memiliki tiga orang anak ini merasa terjerit oleh banyaknya pembiayaan dalam bertani jagung. Disisi lain kemungkinan besar, harapan untuk mendapatkan keuntungan dari jagung tersebut bisa dibilang banyak pengeluaran dan tak sebanding dengan hasil jagung yang ia dapatkan nantinya.


Cara bertanipun sudah ia lakukan semaksimal mungking. Dari perawatan hingga tumbuh besar dan menghasilkan tongkol (buah) jagung yang juga besar, hampir setengah lahan jagung miliknya mati, dan yang tersisa hanya sebagian saja dari 3 hektar keseluruhannya.

"Setelah saya perhatikan dan melihat, kondisi batang jagung awalnya tidak ada tanda-tanda ingin mati. Tapi lama kelamaan karena kondisi peralihan cuaca dari dingin masuk panas, mulailah daun jagung layu, kemudian tongkolnya membusuk hingga mati secara tiba-tiba," ucapnya.

Sebagai seorang petani Taher sapaan akrabnya, hanya bisa pasrah dan mengganggap bahwa tahun ini adalah ujian bagi dirinya.

"Kami sebagai petani hanya bisa pasrah. Mau gimana lagi, ini adalah ujian bagi petani," tandasnya (RED)