Tabung Gas Elpiji 3 Kg Kini Langka, Pihak Pemilik Pangkalan Jadi Sasaran Keluhan Warga

Iklan 970x250 px

.

Tabung Gas Elpiji 3 Kg Kini Langka, Pihak Pemilik Pangkalan Jadi Sasaran Keluhan Warga

Kamis, 15 April 2021

Kabupaten Bima,- Saat ini, kelangkaan tabung gas 3 kg dipasaran menjadi keluhan warga. Pihak pengelola pangkalan pun jadi sasaran, kenapa Gas Elpiji yang disubsidi oleh pemerintah itu, tiap hari sulit dicari dan dibeli ?.


Dulu warga hanya menggunakan minyak tanah, dan itupun sudah mahal.  Kini pemerintah sudah memberikan bantuan berupa tabung gas untuk mempermudah kebutuhan ekonomi masyarakat tidak mampu. 


Tapi nyatanya, tabung gas yang bersubsidi itu, makin susah dicari. Praktis saja, membuat warga menyampaikan keluhan itu kepada salah satu pangkalan di Desa Kanca Kecamatan Parado Kabupaten Bima, NTB. 


Pangkalan itu bernama KS. Radiah, tiap hari warga yang membeli, selalu pulang dengan kecewa, karena habis. 


Mewakili warganya, pihak pengelola pangkalan KS. Radiah H. Alatif hanya bisa bersabar. Ia hanya menyampaikan kepada pihak Agen PT. Bima Indah Gemilang selaku distributor penyalur tabung gas 3 kg agar dapat menambah jumlah gas yang dibutuhkan oleh warga desanya. 


"Cuman saat ini terjadi pengurangan saja, dan tidak cukup untuk warga saya. Ya mudah-mudahan, agen mau menambah tabung gas seperti kemarin-kemarin," pungkasnya


Menurut H. Alatif, pasokan gas 3 kg untuk wilayah Desa Kanca minimal 80 tabung, sebab warga yang menggunakan dan mendapat gas bantuan pemerintah kurang lebih rata-rata diatas 80 orang. Jika hanya dipasok kurang dari 80, maka sebagian tidak kebagian. 


Apalagi, didesa setempat hanya satu pangkalan saja,  untuk memenuhi kebutuhan warga. 


"Beda dengan di desa-desa yang lain, mereka memiliki lebih dari satu pangkalan. Sehingga kebutuhan warganya terpenuhi," terangnya. 


H. Alatif berharap, keluhan ini bisa ditanggapi oleh pihak agen, agar kedepan tidak ada lagi warga yang mengalami kekurangan gas.


Sementara pihak PT. Bima Indah Gemilang selaku Agen distributor penyalur gas,  masih diupayakan untuk dikonfirmasi. Sehingga berita ini dipulikasikan (SB01)