Isak Tangis Seorang Anak Disaat 44 Hari Wafatnya Sang Ayah, Minta Keadilan Dimata Hukum

Iklan 970x250 px

.

Isak Tangis Seorang Anak Disaat 44 Hari Wafatnya Sang Ayah, Minta Keadilan Dimata Hukum

Selasa, 18 Mei 2021

Kota Bima,- Isak tangis kembali menyisakan rasa haru kepada keluarga korban (Hasanudin. Red) disaat malam tadarus dan tahlilan 44 hari wafatnya almarhum dikediamannya Kelurahan Rontu, Senin malam 18 Mei 2021.


Hasanudin yang dibunuh dengan keji hingga saat ini belum terungkap siapa pelakunya, kini meninggalkan seorang istri, 3 orang anak serta kerabat dan sanak keluarga. 


Untuk mengenang Almarhum Hasanudin, keluarga menggelar 44 hari diisi tadarus dan tahlil, di hadiri para keluarga dan para undangan.


Acara dimulai dengan suasana haru ketika lantunan Ayat suci Alquran di bacakan para Ustad dan Ustadzah yang seolah menyayat telinga para pendengar.


Keharuan semakin bertambah, ketika anak Hasanudin menceritakan semasa hidup Almarhum. "Terlalu banyak kisah hingga sulit untuk kami lupakan, seakan Ayah kami masih hidup," sedihnya.


Sebagai seorang ayah, beliau terlalu sempurna buat anak-anaknya. "Kami tidak terima kematian yang tak wajar itu," tutur Khusnul Anak korban Hasanudin, hingga tak kuasa menahan air mata


Mendengar cerita anak almarhum, isak tangis para undangan pun pecah, sebab Kematian Hasanudin PNS DLH kota bima masih menyimpan misteri, Hingga kini.


Ia tak pernah lelah menguak tabir misteri kematian Bapaknya yang tidak wajar itu. 


"Saya dan keluarga meminta keadilan dimata hukum kepada kepolisian, dan juga pihak Pemerintah Kota Bima agar pelaku pembunuhan Hasanuddin segera terungkap" tutupnya. (Red)