Sekda Kota Bima Tekankan Solidaritas dan Kolaborasi dalam Dialog Kebangsaan

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Sekda Kota Bima Tekankan Solidaritas dan Kolaborasi dalam Dialog Kebangsaan

Minggu, 18 Januari 2026

Kota Bima – Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E., menegaskan pentingnya penguatan solidaritas dan kolaborasi lintas elemen masyarakat untuk mewujudkan Kota Bima yang maju dan bermartabat. Hal tersebut disampaikannya dalam Dialog Kebangsaan bertajuk “Kuatkan Solidaritas dan Kolaborasi Mewujudkan Masyarakat Kota Bima Maju dan Bermartabat” yang digelar dalam rangkaian Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) X DPD Wahdah Islamiyah Kota Bima, di Aula Pemerintah Kota Bima, Sabtu (18/1/2025).

 

Kegiatan tersebut dihadiri Komandan Kodim 1608/Bima Letkol Arh. S. Limbongan, S.Kom., M.Sc., perwakilan Polres Bima Kota, Ketua DPW Wahdah Islamiyah NTB Ust. Saifudin, S.Pdi., Lc., M.Pd., Kepala Badan Kesbangpol Kota Bima, pimpinan perguruan tinggi, serta Tenaga Ahli Poksi Komisi II DPR RI Dr. Alfarisi Thalib, S.Sos., M.A. yang mengikuti secara virtual. Dialog juga melibatkan pelajar, mahasiswa, serta berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.

 

Mewakili Pemerintah Kota Bima, Sekda menyampaikan apresiasi kepada jajaran DPD Wahdah Islamiyah Kota Bima atas terselenggaranya dialog tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai kontribusi nyata organisasi keagamaan dalam memperkuat persatuan, menumbuhkan kesadaran kebangsaan, serta mendukung pembangunan karakter masyarakat.

 

Dalam paparannya bertema “Membangun Karakter melalui Gerakan Kota Bima BISA dalam Upaya Memerangi Miras, Narkoba, dan Radikalisme”, Sekda menguraikan berbagai tantangan kebangsaan di tingkat lokal, mulai dari degradasi karakter masyarakat, dampak negatif minuman keras dan narkoba, hingga ancaman radikalisme dan intoleransi yang berpotensi mengganggu harmoni sosial, terutama di kalangan generasi muda.

 

Sekda menegaskan bahwa Gerakan Kota Bima Bersih, Indah, Sehat, dan Asri (BISA) tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai gerakan pembangunan karakter yang menyentuh aspek spiritual, sosial, budaya, dan perilaku masyarakat. Gerakan tersebut, kata dia, sejalan dengan visi RPJMD Kota Bima 2025–2029 untuk mewujudkan kota yang maju, bermartabat, dan berkelanjutan.

 

Ia juga mendorong peran aktif organisasi keagamaan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan sosial, membina moral masyarakat, serta melindungi generasi muda dari pengaruh negatif.

 

Menutup dialog, Sekda berharap kegiatan tersebut mampu mendorong aksi nyata dan kolaborasi berkelanjutan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga Kota Bima sebagai daerah yang aman, harmonis, religius, dan bermartabat. (***)