Kota Bima,-
Dalam
rangka menjaga ketersediaan dan keterjangkauan barang dan jasa, serta terus
menjaga lonjakan harga pangan, Pemerintah Kota Bima melalui Tim Pengendalian
Inflasi Daerah (TPID) bersama Perum Bulog Cabang Bima akan menggelar operasi
pasar murah dua kali sehari tiap kelurahan.
Hal
itu diungkapkan Muhammad Hasyim usai mengikuti rapat koordinasi bersama
Kementerian Dalam Negeri secara virtual dalam kegiatan monitoring pengendalian
inflasi tahun 2026 dengan seluruh pemerintah provinsi, kabupaten dan kota
seluruh Indonesia, di Aula Parenta Pemerintah Kota Bima, pada Senin
(19/01/2026).
"Pemkot
Bima dan Perum Bulog Cabang Bima akan melakukan operasi pasar gerakan pangan
murah. Dalam sehari, TPID akan menyasar 2 Kelurahan. Insyaallah operasi pasar
akan dimulai besok tanggal 20 hingga 29 Januari 2026," ungkapnya.
Hasyim
yang juga selaku Jubir Pemkot Bima ini menjelaskan, operasi pasar gerakan
pangan murah 2026 ini merupakan perpanjangan waktu dari Badan Pangan Nasional
terkait realisasi pasokan dan harga beras di tingkat konsumen pada awal tahun
2026 dalam menjaga stabilisasi pangan.
"Penyaluran
SPHP beras tingkat konsumen periode Juli-Desember 2025 diperpanjang hingga 31
Januari 2026. Ini semua wujud komitmen pemerintah dalam memastikan harga pangan
yang terjangkau bagi masyarakat," tegas Hasyim.
Ia
juga mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan operasi pasar
gerakan pangan murah ini dengan sebaik-baiknya, harga lebih terjangkau dan
relatif lebih murah.
"Lokasi
penyaluran SPHP ini di gelar di kelurahan Tanjung, Dara, Jatiwangi, Jatibaru
Timur, Santi, Matakando, Rite dan Ntobo. Operasi pasar akan dimulai pada pukul
08.30 sampai dengan 10.00 WITA," pungkasnya. (***)

Komentar