Kota Bima,- Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menggandeng Asosiasi Pedagang Pasar Senggol dan Serasuba untuk memastikan pelaksanaan Pasar Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi berjalan lebih tertata dan optimal. Rapat koordinasi digelar di ruang rapat Sekretaris Daerah Kota Bima, Selasa (17/2/2026).
Rapat dipimpin langsung Sekda Kota Bima H. Muhammad Fakhrunraji, didampingi Asisten II Setda, Kepala Dinas Koperindag, Sekretaris Dinas Kominfotik, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, unsur TNI-Polri, Camat Rasanae Barat, serta lurah terkait. Pertemuan tersebut membahas teknis pelaksanaan dan penataan lokasi Pasar Ramadan tahun ini.
Fakhrunraji menegaskan, Pemkot Bima memusatkan Pasar Ramadan hanya di satu titik, yakni Pasar Senggol. Kebijakan itu diambil untuk memudahkan pengawasan, penataan pedagang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku usaha kecil.
“Tahun ini kita fokuskan satu titik saja di Pasar Senggol. Tidak ada lagi pedagang yang menggelar Pasar Ramadan di Serasuba selain di Pasar Senggol,” tegasnya.
Pemkot juga melarang pedagang membuka lapak di luar lokasi yang telah ditetapkan. Pemerintah ingin memastikan seluruh aktivitas terkoordinasi dan tidak menimbulkan kesemrawutan.
Untuk meringankan beban pedagang, selama Ramadan mereka tidak diwajibkan membongkar atau mengosongkan meja dan rombong jualan setiap hari. Pedagang hanya dikenakan retribusi sampah, tanpa pungutan retribusi keamanan maupun parkir.
“Pedagang cukup membayar retribusi sampah saja,” ujar Sekda.
Sementara itu, pedagang di kawasan Serasuba hanya diperkenankan membuka lapak setelah salat Isya atau tarawih. Mereka tidak diizinkan berjualan sejak pagi hingga menjelang waktu berbuka puasa.
Menurut Fakhrunraji, pemusatan Pasar Ramadan di Pasar Senggol juga berkaitan dengan proses revitalisasi Lapangan Serasuba yang saat ini memasuki tahap tender lanjutan. Di sisi lain, pemerintah ingin menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Senggol agar lebih ramai dan berdampak positif bagi masyarakat.
“Semua kebijakan tentu ada yang merasa diuntungkan dan ada yang dirugikan. Namun pemerintah ingin yang terbaik bagi masyarakat,” tandasnya.
Usai rapat, Sekda bersama jajaran melakukan peninjauan langsung ke lokasi Pasar Senggol guna memastikan kesiapan dan kelayakan tempat bagi pedagang selama bulan Ramadan. (***)

Komentar