KOTA BIMA,– DPRD Kota Bima bergerak cepat menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia untuk operasional Rumah Sakit Kota Bima yang baru. Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH bersama jajaran melakukan konsultasi langsung ke Kementerian PAN-RB dan Kementerian Kesehatan RI guna membahas kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya tenaga kesehatan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan rumah sakit tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga didukung kesiapan tenaga medis dan tenaga pendukung pelayanan kesehatan.
Dalam kunjungan ke Kementerian Kesehatan RI, rombongan DPRD Kota Bima melakukan konsultasi dengan Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia (OSDM) terkait perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan, pemetaan formasi, hingga penguatan layanan kesehatan daerah.
Sementara di Kementerian PAN-RB, pembahasan difokuskan pada mekanisme pengadaan ASN, kebijakan formasi, serta kebutuhan SDM yang akan menunjang operasional rumah sakit ke depan.
Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, menegaskan kesiapan rumah sakit harus berjalan seiring dengan kesiapan tenaga kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung optimal.
“Pembangunan rumah sakit harus berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusia, khususnya tenaga kesehatan, sehingga pelayanan kepada masyarakat nantinya dapat berjalan secara optimal,” ujar Syamsurih.
Tak hanya soal tenaga kesehatan, DPRD Kota Bima juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antara pembangunan fisik rumah sakit, kesiapan regulasi, penganggaran, hingga dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan layanan kesehatan daerah.
Konsultasi tersebut menjadi bagian dari komitmen DPRD Kota Bima dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus memastikan program strategis daerah dipersiapkan secara matang dan berkelanjutan.
DPRD Kota Bima berharap hasil konsultasi dengan pemerintah pusat itu dapat menjadi rujukan bagi Pemerintah Kota Bima dalam menyusun langkah strategis pemenuhan ASN dan tenaga kesehatan demi menghadirkan layanan kesehatan yang lebih maksimal bagi masyarakat. (Red)

Komentar