Akhirnya Muhammad Bocah 7 Tahun Jadi Perhatian Pemerintah Setelah Dikunjungi Bupati Bima

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Akhirnya Muhammad Bocah 7 Tahun Jadi Perhatian Pemerintah Setelah Dikunjungi Bupati Bima

Sabtu, 15 Januari 2022
Akhirnya  Muhammad Bocah 7 Tahun Jadi Perhatian Pemerintah Setelah Dikunjungi Bupati Bima

Bima,- Kamis (13/1) Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE didampingi Dandim 1608/Bima Letkol (Inf) Mustafa Kemal dan Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra mengunjungi kediaman  Muhammad asal Dusun Oi Ncinggi RT.13 RW.06 desa Soro kecamatan Lambu Kabupaten Bima, seorang anak usia sekolah yang dimuat berita detik.com dengan judul “ Kisah Pilu Bocah 7 Tahun Di NTB Dibayar Rp.2000 Bersihkan Kandang Bebek “ Edisi 11 Januari 2022 . 

                          

Bupati Bima pada kesempatan tersebut mengemukakan, dirinya bersama Dandim dan Kapolres hadir untuk melihat secara langsung  kondisi Ananda Muhammad setelah beberapa hari terakhir ini muncul di media sosial.  "Dimanapun anak-anak kita berada, seperti apapun kondisi kehidupannya, tanggung jawab kita bersama saudara, keluarga dan kerabat untuk mengasuhnya.   

                          

Dihadapan Camat dan Muspika Kecamatan Lambu, Kepala Puskesmas, Kepala UPT Dikbudpora dan Kades Soro Bupati mengungkapkan pentingnya memperhatikan kondisi anak-anak usia sekolah. Kita tidak menutup mata bahwa bisa saja apa yang apapun yang dialami Muhammad juga oleh anak-anak lain di Kabupaten Bima. Pastikan hak belajar anak dipenuhi, tumbuhkan kepercayaan diri anak agar berkembang sewajarnya.

                         

Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya sengaja meminta kepada UPT Dikbudpora, kepala sekolah dan unit kerja terkait agar  Muhammad harus digratiskan biaya sekolah, mendapatkan dana BPJS dan tidak boleh ada biaya yang dibebankan.  Mohon menjadi perhatian bersama agar Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibagikan gratis kepada masyarakat betul-betul diperuntukkan bagi yang  memerlukan, termasuk untuk anakda Muhammad".

                         

Bupati kembali menegaskan agar semua pihak memerangi eksploitasi anak untuk bekerja. ''Fokus kita hari ini adalah anak sampai usia 17 tahun tidak boleh menjadi pekerja dan tugas utama anak-anak adalah menyelesaikan pendidikan. 

                        

Kita semua harus peduli pada lingkungan sekitar, dengan rezeki yang dimiliki bisa berbagi kepada yang membutuhkan. Karena itu, Bupati hadir bersama Dandim dan Kapolres untuk mengingatkan semua pihak agar memberikan ruang kebahagiaan, memastikan hak belajar anak,  bermain dan  tidak dipekerjakan bisa dipenuhi sehingga mereka bisa bertahan untuk meraih cita-citanya serta mampu menyelesaikan sekolah". Kata Bupati.

                        

Senada dengan Bupati, Dandim sangat mendukung apapun cita-cita Muhammad. Demikian halnya  Kapolres juga mengungkapkan pentingnya membantu anak-anak yang kurang beruntung, "Kita tidak inginkan ada anak yang tertimpa musibah. Tentu dengan semangat gotong royong, menjadi tonggak dan momentum berbagi dan saling membantu". Ungkap Kapolres.

                        

Pada pertemuan tersebut, Bupati menyerahkan biaya sekolah dan paket peralatan sekolah dan memprioritaskan rencana renovasi rumah bagi  murid tersebut. Kapolres Bima Kota juga memberikan bantuan berupa tabungan anak sekolah, paket peralatan sekolah dan tempat tidur. Demikian halnya Dandim 1608/Bima menyerahkan paket peralatan  sekolah kepada anak tersebut. (SB01)