Angka Stunting di Kabupaten Bima Turun Secara Signifikan Dalam 3 Tahun Terakhir

Iklan 970x250 px

.

Angka Stunting di Kabupaten Bima Turun Secara Signifikan Dalam 3 Tahun Terakhir

Rabu, 08 Februari 2023
Suara Bima

Kabupaten Bima,- Di Kabupaten Bima Prevalensi stunting menurun secara signifikan. Dalam tiga tahun terakhir sejak tahun 2020.


Angka stunting atau gagal tumbuh anak mencapai 24,59% dan turun menjadi 18,2% pada tahun 2021. 


"Angka tersebut kemudian turun pada angka 13,8% di tahun 2022". Ujar Wakil Bupati Bima H. Dahlan M. Noer  saat memberikan arahan pada kegiatan Review Tahunan Kinerja Stunting (evaluasi pelaksanaan aksi pencegahan stunting di kabupaten Bima tahun 2022) yang dilaksanakan di Aula Hotel Lila Graha Bima,  Rabu 8 Februari 2023.


Meskipun kecenderungan penurunan angka tersebut, namun Dahlan mengingatkan  agar perangkat daerah terkait, Camat, Kepala Puskesmas, Kepala desa dan tenaga kesehatan tetap harus saling berkoordinasi.


"Sehingga kabupaten Bima berada diluar zona merah daerah stunting.” Ungkap  Dahlan.


Wakil Bupati yang didampingi Kepala Bappeda dan Litbang Taufik, ST, MT, Kepala DPMD H. Putarman, SE juga menyampaikan apresiasi kepada semua  pihak terkait upaya menurunkan angka stunting.


Pada bagian akhir arahannya,  Wakil Bupati Bima yang akrab disapa Babe ini, menekankan Penanganan Stunting yang  menitikberatkan pada penanganan penyebab masalah gizi (penyebab tidak Langsung/ sensitif) yaitu faktor yang berhubungan dengan Ketahanan Pangan, Lingkungan Sosial, Lingkungan Kesehatan dan lingkungan pemukiman. 


“Oleh karena itu pemerintah harus memastikan layanan dan kelayakan tersebut kepada masyaraka.” Jelas Dahlan yang juga Ketua Tim  Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Stunting Kabupaten Bima 


Setelah kegiatan dibuka secara resmi, dilakukan sesi penyampaian materi oleh Kepala BAPPEDA dan Kepala DPMD. (SB.H)