91 Santri Yayasan Ilmi Bani Mas’ud Kota Bima Diwisuda, Wali Kota Apresiasi Cetak Generasi Qurani

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

91 Santri Yayasan Ilmi Bani Mas’ud Kota Bima Diwisuda, Wali Kota Apresiasi Cetak Generasi Qurani

Rabu, 17 Desember 2025

Kota Bima – Komitmen mencetak generasi Qurani terus ditunjukkan Yayasan Ilmi Bani Mas’ud (YIBM) Kota Bima. Melalui Haflah Akhirussanah dan Pentas Seni Tahun 2025, yayasan ini mewisuda 91 santri tahfizh Al-Qur’an dari dua lembaga pendidikan, yang digelar di Convention Hall Paeuga Nae, Kota Bima, Rabu (17/12/2025).


Kegiatan Haflah Akhirussanah tersebut diikuti santri dari Tahfizh Qur’an Ilmi dan Pondok Pesantren Tahfizh Putri Baitul Ilmi. Selain prosesi wisuda, acara juga diisi pentas seni yang menampilkan kemampuan santri dalam berbagai bidang, sebagai hasil pembinaan karakter dan kreativitas selama masa pendidikan.


Ketua Panitia Haflah Akhirussanah, Halimatu Saadiah, menjelaskan bahwa total santri yang diwisuda berjumlah 91 orang dari angkatan ke-X Tahun 2025. Mereka terdiri atas santri tingkat dasar pembelajaran Al-Qur’an, santri kelas Qur’an, hingga santri hafizh yang telah menuntaskan target hafalan sesuai jenjangnya.


Ia menambahkan, sebelum mengikuti wisuda, para santri telah melewati proses evaluasi ketat melalui uji hafalan dan pembinaan berkelanjutan. Persiapan tersebut dilakukan selama lebih dari dua bulan dengan penerapan metode pembelajaran terstruktur, termasuk metode Ummi dan sistem hafalan internal lembaga.


Ketua Pembina Yayasan Ilmi Bani Mas’ud, Akbar Maulana, menyampaikan bahwa yayasan yang dipimpinnya terus berupaya memperluas kontribusi dalam bidang pendidikan Al-Qur’an di Kota Bima. Sejak berdiri, lembaga ini secara konsisten mencetak generasi muda yang tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga dibina untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.


Saat ini, Yayasan Ilmi Bani Mas’ud mengelola beberapa unit pendidikan, termasuk Rumah Tahfizh Qur’an sebagai lembaga nonformal dan Pondok Pesantren Tahfizh Putri Baitul Ilmi yang dilengkapi fasilitas pemondokan. Jumlah santri aktif mencapai ratusan orang dan menunjukkan tren peningkatan setiap tahun.


Menurut Akbar, wisuda tahfizh bukanlah titik akhir proses pendidikan, melainkan awal tanggung jawab santri untuk terus menjaga dan menambah hafalan hingga mencapai target yang lebih tinggi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para wali santri atas kepercayaan yang diberikan kepada yayasan dalam membina putra-putri mereka.


Pemerintah Kota Bima melalui Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Mahfud, yang mewakili Wali Kota Bima, memberikan penghargaan atas dedikasi Yayasan Ilmi Bani Mas’ud dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan. Menurutnya, keberadaan lembaga tahfizh memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda.


Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an seharusnya tidak hanya dihafal, tetapi dijadikan pedoman dalam membangun sikap, perilaku, dan akhlak. Pemerintah daerah, kata dia, siap memberikan dukungan terhadap pengembangan lembaga pendidikan keagamaan yang sejalan dengan visi pembangunan Kota Bima.


Rangkaian Haflah Akhirussanah ditutup dengan uji publik hafalan Al-Qur’an yang dipandu pimpinan Rumah Tahfizh Qur’an Baitul Ilmi, Nely Ilmi Qothiyah. Sesi tersebut berlangsung interaktif dan disambut antusias oleh santri serta para wali yang hadir. (Red)