Puluhan Karyawan Mi Gacoan Kota Bima Ngamuk Soal Gaji Mandek, Restoran Sempat Tutup—Manajemen Berdalih Sistem Error

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Puluhan Karyawan Mi Gacoan Kota Bima Ngamuk Soal Gaji Mandek, Restoran Sempat Tutup—Manajemen Berdalih Sistem Error

Selasa, 03 Februari 2026

KOTA BIMA,- Gemerlap pembukaan restoran Mi Gacoan di Kota Bima ternyata menyisakan cerita pahit. Puluhan karyawan mengamuk menuntut hak mereka setelah bekerja tanpa menerima gaji sepeser pun.


Restoran mie yang baru dibuka akhir Desember 2025 itu sempat tutup selama dua hari akibat aksi protes karyawan. Kasus ini bahkan viral di media sosial, awalnya disebut sebagai “masalah internal”. Namun belakangan terungkap, akar persoalan adalah gaji karyawan yang tak kunjung dibayarkan.


“Janji manajer hari ini gaji cair, tapi sampai sekarang nihil,” kata Mufaris, salah satu karyawan, kepada wartawan di area parkir Mi Gacoan, Selasa (3/2/2026).


Menurut Mufaris, ia sudah bekerja sejak awal perekrutan. Namun setiap kali hari gajian tiba, manajemen selalu berkelit dengan alasan rekening terblokir dan harus diurus ke Lombok.


Keluhan serupa disampaikan Yeni Suwanti. Ia mengaku harus bolak-balik Wera–Kota Bima demi menjaga kedisiplinan kerja, namun jerih payah itu berakhir sia-sia.


“Hampir dua bulan kerja, gaji belum kami terima. Padahal kami masuk terus,” keluh Yeni.


Ironisnya, di tengah kerasnya aturan perusahaan telat satu menit saja langsung dipotong gaji justru hak dasar karyawan diabaikan. Bahkan seragam kerja dibeli sendiri oleh karyawan dan langsung dipotong Rp200 ribu dari gaji yang hingga kini tak jelas rimbanya.


Para karyawan menyebut sedikitnya 12 orang belum menerima gaji sama sekali. Sebagian lainnya hanya dibayar tidak penuh, dengan dalih absensi, talenta, hingga persoalan sistem.


Karyawan pun mengultimatum jika gaji tak dibayarkan, gerai Mi Gacoan Kota Bima akan disegel hingga tuntutan mereka dipenuhi.


Manajemen Bantah, Klaim Masalah Sistem. Sementara itu, Direktur Usaha “ME Gacoan” Kota Bima di bawah naungan PT Mitra Balisukses, Andi Ilham, membantah tudingan penahanan gaji.


Ia menyebut operasional Mi Gacoan dimulai sejak 28 Desember 2025, dan sistem penggajian menggunakan “baysistem” serta aplikasi talenta.


“Bukan tidak digaji, tapi ada kendala struktur sistem. Pembayaran tetap kami proses lewat rekening karyawan,” dalih Ilham.


Menurutnya, keterlambatan terjadi karena sebagian karyawan terlambat mengajukan data atau tidak memperbaiki absensi.


“Kalau absensinya merah itu urusan kru sendiri,” ujarnya.


Ilham juga mengungkap gaji awal masih tahap training, sekitar Rp1,8 juta, dan akan normal setelah tiga bulan kerja. Total karyawan mencapai 85 orang dengan sistem tiga shift.


Namun di lapangan, karyawan justru merasa dipingpong alasan teknis, sementara hak mereka terus menggantung.


Kasus ini membuka tabir buram di balik ekspansi bisnis kuliner besar ke daerah, promosi gencar di depan, tapi kesejahteraan pekerja dipertaruhkan di belakang layar. (Red)