KOTA BIMA – Sejumlah pedagang di kawasan Taman Ria, Kota Bima, mengeluhkan dampak proyek pembangunan kolam retensi yang mulai dikerjakan sejak kemarin. Penutupan akses jalan di sekitar lokasi proyek disebut membuat omzet pedagang turun drastis karena minimnya pembeli yang melintas.
Salah satu pedagang, Halidah, pemilik Warung Kue Ida Berlian yang berjualan di kawasan Taman Ria, mengaku mengalami kerugian besar sejak proyek dimulai. Menurutnya, penjualan turun hampir 50 persen dibanding hari-hari biasa.
“Baru sehari proyek dimulai saya sudah rugi hampir 50 persen dari omzet biasanya. Kalau sebelumnya bisa dapat sampai Rp2 juta per hari, sekarang hanya sekitar Rp1 juta,” ujar Halidah.
Ia mengatakan, sepinya pembeli dipicu penutupan jalan dan adanya papan larangan melintas yang membuat pengendara enggan masuk ke kawasan tersebut. Akibatnya, banyak kue dagangan yang tidak terjual dan akhirnya terpaksa dibuang karena basi.
“Kue-kue seperti bingka dolu, lemper, lesung pipi, risoles, klepon, pangaha balu, wajik sampai kue lapis banyak yang tidak laku. Ada yang hanya tahan satu hari, jadi terpaksa dibuang,” katanya.
Halidah menuturkan, sebelum akses jalan ditutup, warungnya ramai pembeli hingga pukul 10.00 Wita. Namun kini jumlah pembeli sangat sedikit.
“Sekarang pembeli bisa dihitung jari karena jalan ditutup,” keluhnya.
Ia berharap pemerintah maupun pihak pelaksana proyek dapat membuka sebagian akses jalan agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan.
“Kalau bisa penutupan jalan cukup di area jembatan saja, jangan semua akses ditutup. Kalau dari arah timur juga ditutup, otomatis tidak ada kendaraan yang lewat,” harapnya.
Keluhan serupa disampaikan Fatimah, pedagang es kelapa di kawasan Taman Ria. Ia mengaku pendapatannya ikut merosot sejak proyek mulai berjalan.
“Biasanya jam 12 siang sudah belasan kelapa habis, sekarang dua kelapa saja belum habis,” ungkap Fatimah.
Menurutnya, omzet harian yang biasanya mencapai sekitar Rp500 ribu kini turun menjadi sekitar Rp200 ribu per hari akibat sepinya pembeli.
“Biasanya jualan habis, sekarang tidak laku karena jalan ditutup,” katanya.
Para pedagang berharap ada solusi dari pemerintah agar proyek tetap berjalan tanpa mematikan aktivitas ekonomi warga di sekitar lokasi pembangunan kolam retensi (Red)

Komentar