BAZNAS Kota Bima Dorong Budaya Berbagi Sejak Bangku Sekolah Lewat Program GENZIS -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

BAZNAS Kota Bima Dorong Budaya Berbagi Sejak Bangku Sekolah Lewat Program GENZIS

Sabtu, 12 September 2026

 


KOTA BIMA,— Upaya menanamkan kepedulian sosial kepada generasi muda terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satunya melalui Gerakan Zakat, Infak, dan Sedekah (GENZIS) yang menyasar lingkungan sekolah.


Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengenalkan konsep zakat, infak, dan sedekah kepada pelajar, tetapi juga membangun kebiasaan berbagi serta kepedulian terhadap sesama sejak usia dini.


Sosialisasi GENZIS mulai dilaksanakan di SDN 29 Tanjung, Kota Bima, Jumat (11/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Bima memperluas edukasi mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah di kalangan peserta didik.


Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Bima, Rangga Iskandar Julkarnain, mengatakan pembiasaan berbagi sejak bangku sekolah diharapkan dapat membentuk karakter sosial para pelajar.


“Kebiasaan berbagi menumbuhkan kepedulian sosial kepada para pelajar,” ujar Rangga.


Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kota Bima Bidang Pengumpulan, Mahfud, menilai edukasi mengenai zakat, infak, dan sedekah memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar kewajiban keagamaan.


Menurut dia, nilai-nilai tersebut juga penting untuk membangun empati, kepedulian, dan semangat saling membantu di tengah masyarakat.


“GENZIS ini kami dorong agar menjadi gerakan bersama di lingkungan sekolah. Anak-anak perlu dikenalkan sejak dini dengan nilai berbagi, peduli, dan saling membantu,” kata Mahfud.


Ia menekankan pentingnya keterlibatan sekolah dalam keberlanjutan program tersebut. Menurutnya, sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter peserta didik sehingga nilai-nilai kepedulian sosial dapat ditanamkan melalui kebiasaan sehari-hari.


“Melalui GENZIS, budaya berzakat, berinfak, dan bersedekah dapat tumbuh secara berkelanjutan, dimulai dari bangku sekolah,” ujarnya.


BAZNAS Kota Bima juga mendorong adanya sinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar GENZIS tidak berhenti sebatas kegiatan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhamad Igbal, M.A., turut mengapresiasi inovasi GENZIS yang dikembangkan BAZNAS Kota Bima.


Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu langkah konkret dalam memperluas pemahaman mengenai zakat sekaligus membangun kesadaran sosial generasi muda.


“Harapan kami, gerakan ini bisa menjadi kebiasaan baik yang terus tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya bagi para pelajar,” pungkas Mahfud. (Red)