Gerakan "Kota Bima BISA" Dimulai! Wawali Pimpin Apel Bersih Pantai, 5 Ton Sampah Diangkut

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

Gerakan "Kota Bima BISA" Dimulai! Wawali Pimpin Apel Bersih Pantai, 5 Ton Sampah Diangkut

Jumat, 11 April 2025

Kota Bima,- Pemerintah Kota Bima terus menggaungkan semangat kebersihan lewat program unggulan bertajuk Kota Bima BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Asri). Salah satu langkah konkritnya ditandai dengan pelaksanaan Apel Siaga dan Gotong Royong Bersih Pantai yang digelar di kawasan Taman Niu, Jum'at 11 April 2025


Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen: seluruh perangkat daerah, camat dan lurah, TNI-Polri, organisasi wanita, perguruan tinggi, relawan TAGANA dan TSBK, Karang Taruna, hingga komunitas peduli lingkungan. Apel siaga dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, dan diawali dengan laporan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).


Kepala DLH Kota Bima memaparkan bahwa pihaknya telah menyiapkan layanan pengaduan cepat terkait persoalan persampahan. Kontak aduan ini akan disosialisasikan ke seluruh kecamatan dan kelurahan guna mempercepat respon terhadap laporan warga.


Dalam arahannya, Wawali menegaskan komitmen pemerintah bahwa gerakan BISA bukan sekadar program sesaat.


“Mari kita jaga kebersihan, hidupkan kembali semangat gotong royong. Gerakan BISA ini adalah gerakan moral yang melibatkan semua lapisan—dari rumah tangga hingga komunitas. Kebersihan sebagian dari iman,” tegas Feri.


Ia juga mengungkapkan bahwa peluncuran resmi program “Kota Bima BISA” akan dilakukan bersamaan dengan peringatan HUT Kota Bima ke-23, pada Kamis, 10 April 2025 mendatang.


Sebagai bentuk komitmen, seluruh peserta apel turut menandatangani Fakta Integritas sebagai simbol kesepakatan menjaga lingkungan dan kebersihan kota.


Aksi nyata dalam kegiatan bersih pantai kali ini pun tak main-main. Dari pantauan panitia, sebanyak 5 ton sampah berhasil diangkut dari sejumlah titik lokasi.


Pemerintah Kota Bima mengapresiasi seluruh pihak yang ikut serta, dan berharap semangat ini menjadi bagian dari budaya masyarakat ke depan. (Red)