Bima – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai di Kabupaten Bima, Selasa (10/2/2026). Upacara pembukaan dipusatkan di Lapangan Desa Sondo, Kecamatan Monta.
Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran Kodim 1608/Bima, para kepala OPD, perwakilan BUMN/BUMD, Camat Monta, tokoh masyarakat hingga pelajar.
Dalam prosesi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bima menyerahkan pelaksanaan pekerjaan fisik dan nonfisik kepada Kodim 1608/Bima sebagai Satgas TMMD untuk dilaksanakan secara terpadu bersama masyarakat. Penyerahan ini menjadi simbol sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga dalam mempercepat pembangunan desa.
Wakil Komandan Satgas TMMD ke-127, Mayor CPL Rusdimail, mengatakan program akan berlangsung selama 30 hari dengan melibatkan 200 personel TNI serta partisipasi aktif masyarakat sekitar 30–50 orang per hari.
“Seluruh personel bersama masyarakat akan fokus menyelesaikan sejumlah sasaran fisik dan nonfisik yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Fokus Infrastruktur Desa
Adapun sasaran fisik meliputi pembangunan jalan tani, pemasangan dua unit gorong-gorong, peningkatan jalan menuju SMK Kelautan, pembangunan talud, serta pembangunan jembatan.
Selain itu, Satgas juga membangun satu unit jembatan penghubung Dusun Atas Desa Teluk Uli dan Dusun Atas Desa Nontotera, serta pemasangan talud di kawasan permukiman RT 01.
TMMD kali ini juga menyasar pembangunan tambahan berupa pemasangan daun jendela dan plafon Masjid Mustofa Al-Ikhlas di Desa Tolotangga, pembangunan sumur bor air bersih di Desa Teluk Uwi, pembangunan satu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Waro, serta pembangunan tempat wudhu dan MCK Masjid Ainul Yaqin.
Penyuluhan Kebangsaan hingga Penanganan Stunting
Selain pembangunan fisik, TMMD ke-127 juga diisi berbagai kegiatan nonfisik. Kodim 1608/Bima memberikan penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, serta bahaya terorisme dan radikalisme.
Polres Bima turut memberikan penyuluhan hukum dan kamtibmas, termasuk bahaya narkoba. Sementara itu, DP3AP2KB dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima memberikan pelayanan KB serta edukasi penanganan stunting.
BPBD juga menggelar penyuluhan penanggulangan bencana alam, sedangkan Dinas Lingkungan Hidup melaksanakan kegiatan penghijauan dan penyuluhan kehutanan.
Program TMMD ini diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat desa melalui kolaborasi lintas sektor. (***)

Komentar