KOTA BIMA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bima kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran bantuan program Z-Kios, Zakat Community Development (Z-KUP), dan UMKM Binaan BAZNAS Tahun 2026.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE bersama Ketua BAZNAS Kota Bima H. A. Latif, S.Pd.I kepada para penerima manfaat yang berasal dari berbagai sektor usaha mikro di Kota Bima.
Ketua BAZNAS Kota Bima, H. A. Latif, mengatakan program tersebut merupakan bentuk nyata pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui program pemberdayaan ekonomi.
"Penyaluran bantuan pada hari ini merupakan wujud nyata dari amanah para muzaki yang telah mempercayakan dana zakat, infak, dan sedekah mereka melalui BAZNAS. Dana umat ini kami kelola dan salurkan kembali melalui program pemberdayaan ekonomi guna mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Pada tahun 2026 ini, BAZNAS Kota Bima menyalurkan bantuan kepada 45 penerima program UMKM, 30 penerima program Z-KUP, dan 58 penerima program Z-Kios.
Menurut Latif, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa modal usaha, tetapi juga dukungan pendampingan dan fasilitas usaha guna meningkatkan kapasitas para pelaku usaha kecil agar mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
"Melalui program UMKM, Z-KUP, dan Z-Kios, BAZNAS tidak hanya hadir memberikan bantuan modal awal, tetapi juga memberikan pendampingan usaha dan fasilitas gerai agar usaha para penerima manfaat dapat tumbuh, mandiri, dan berkembang menjadi lebih berkah," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin mengapresiasi peran BAZNAS yang terus berkontribusi membantu masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan melalui penguatan sektor usaha mikro dan kecil.
Ketua BAZNAS juga berpesan agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan secara produktif dan dikelola dengan baik untuk mendukung keberlangsungan usaha para penerima manfaat.
Ia berharap para penerima bantuan yang saat ini berstatus mustahik dapat meningkatkan taraf hidupnya hingga suatu saat menjadi muzaki yang turut membantu masyarakat lainnya.
"Harapan kita bersama, mereka yang hari ini berstatus sebagai mustahik, insya Allah di masa depan dapat bertransformasi menjadi muzaki yang membantu sesama," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Bima juga memberikan piagam penghargaan kepada sejumlah muzaki sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendukung program zakat dan pemberdayaan masyarakat.
Penghargaan diberikan kepada Drs. H. Syahrir Amar, pensiunan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga; Rasdin Triyas, SH, pensiunan anggota Polri; Yulianti, pedagang ikan; Kartono, pedagang cilok dan salome; serta dr. Dian Maharani, Sp.Rad, dokter spesialis radiologi.
BAZNAS Kota Bima berharap program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat tersebut dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Bima. (Ags)

Komentar