RSUD Sondosia Resmikan Layanan PICU-NICU, Bupati Bima Dorong Jadi Pusat Rujukan Anak -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

.

RSUD Sondosia Resmikan Layanan PICU-NICU, Bupati Bima Dorong Jadi Pusat Rujukan Anak

Sabtu, 29 Agustus 2026

BIMA, NTB — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sondosia, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), memperkuat layanan kesehatan bagi bayi dan anak dengan menghadirkan fasilitas Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU).


Fasilitas tersebut diresmikan Bupati Bima Ady Mahyudi bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 RSUD Sondosia. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, serta pemotongan tumpeng yang dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah ruang pelayanan.


Bupati Bima mengatakan keberadaan gedung khusus PICU-NICU menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien bayi dan anak yang membutuhkan penanganan intensif.


Menurut dia, fasilitas tersebut telah dilengkapi sejumlah peralatan medis untuk menunjang perawatan pasien, di antaranya patient monitor, inkubator, serta alat bantu pernapasan atau ventilator.


"Kehadiran gedung khusus PICU-NICU dan fasilitas medis modern di RSUD Sondosia untuk menunjang fasilitas perawatan intensif yang dilengkapi peralatan medis sesuai standar menegaskan kesiapan RSUD Sondosia sebagai pusat rujukan perawatan intensif anak," kata Ady Mahyudi.


Peresmian layanan tersebut berlangsung setelah sebelumnya Bupati Bima meresmikan layanan cuci darah atau hemodialisa di RSUD Bima pada 30 Agustus 2026.


Ady mengatakan penguatan pelayanan di RSUD Sondosia perlu diikuti dengan peningkatan sumber daya manusia dan fasilitas kesehatan. Saat ini, rumah sakit tersebut didukung 11 dokter spesialis, termasuk dokter spesialis anak, dua dokter spesialis kandungan, dan dua dokter spesialis bedah.


"Dengan dukungan 11 dokter spesialis, termasuk dokter spesialis anak, dua dokter spesialis kandungan, serta dua dokter spesialis bedah, ini merupakan modal yang sangat baik untuk membangun kepercayaan masyarakat," ujarnya.


Ia juga mengajak masyarakat di wilayah Bima Barat dan Bima Selatan untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di RSUD Sondosia.


Pemerintah Kabupaten Bima, kata Ady, akan terus mengambil langkah untuk memperkuat RSUD Sondosia, mulai dari penambahan tenaga kesehatan, pengembangan jenis pelayanan, peningkatan fasilitas hingga membuka peluang dukungan dari berbagai pihak.


"Kita ingin RSUD Sondosia secara bertahap menjadi rujukan utama masyarakat Bima Barat dan Selatan, bahkan masyarakat dari wilayah sekitar. Karena itu, mari kita jadikan usia 15 tahun ini sebagai momentum untuk memasuki tahap berikutnya," katanya.


Ady menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan rumah sakit agar keberadaan RSUD Sondosia semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


"Terus tumbuh dalam kapasitas, terus berkembang dalam kualitas, dan terus memberi manfaat bagi masyarakat," ujarnya.


Gedung Dua Lantai, Direktur RSUD Sondosia, dr. Firman, MPH, menjelaskan layanan NICU dan PICU diperuntukkan bagi bayi baru lahir dan anak-anak yang mengalami kondisi kritis maupun memiliki risiko medis tinggi.


Gedung layanan tersebut memiliki dua lantai dan dibangun di atas lahan sekitar 720 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 498,45 meter persegi.


"Pendanaannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Di dalamnya tersedia 44 tempat tidur berstandar serta ruangan khusus yang menampung 33 boks bayi," kata Firman.


Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bima turut menghadiri peresmian tersebut, di antaranya Hj. Nurhayati, S.E., M.Si., Nurdin Amin, S.H., Ardiwin, S.H., dan Sri Langit Nawaksara, S.H.


Hadir pula Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Bima Fatahullah, S.Pd., sejumlah kepala perangkat daerah, camat dan unsur Muspika Kecamatan Bolo dan Soromandi, para kepala desa, serta kepala puskesmas.


Peringatan HUT ke-15 RSUD Sondosia tahun ini mengusung tema "Terus Tumbuh, Berkembang Memberi Manfaat Untuk Perubahan yang Lebih Baik." (Red)